Leroy Sane Dipastikan Masih Tinggal di Manchester City

Leroy Sane dipastikan tidak bakal pindah menuju Bayern Munich dan masih tinggal bareng Manchester City pada kompetisi musim 2019-20 mendatang. Kepastian ini diperoleh seletah Sane dihantam cedera lutut yang lumayan fatal. Cedera ini membuat dirinya mesti tidak ikut serta paling tidak sampai awal tahun 2020 mendatang.

Cedera lutut itu dia derita saat membela The Cityzens pada pertandingan Community Shield kontra Liverpool penghujung minggu kemarin. Dia dipaksa digantikan saat laga baru masuk ke menit ke-13. Tempatnya juga diganti oleh Gabriel Jesus.

“Manchester City menegaskan jika Leroy Sane dihantam cedera anterior cruciate ligament (ACL) di lutut kanannya. Dia dihantam cedera itu pada pertandingan Community Shield kontra Liverpool di Wembley sejumlah hari kemarin, ” tulis pengakuan resmi The Cityzens.

Di samping menegaskan jika Sane dihantam cedera fatal, The Cityzens jua melayangkan konfirmasi soal perawatan yang bakal dikerjakan oleh sang bintang. Dewan tim menegaskan Sane bakal melakoni operasi untuk memulihkan keadaan lututnya di Kala dekat.

“Leroy bakal secepatnya melakoni operasi di Kala sepekan menuju depan. Manchester City bakal memberi semua bantuan dan arahan yang diperlukan oleh Leroy sepanjang waktu pemulihan cederanya. ”

Sebelum dihantam cedera, Sane sering kali diwartakan akan meninggalkan Manchester City untuk datang menuju Bayern Munich. Menurut laporan, The Cityzens mematok biaya senilai 100 juta € pada Bayern jika mau mengamankan skill bintang 23 tahun ini.

Winger Ini Tidak Tutup Kans Hengkang, menuju Inter Milan?

Winger Hertha Berlin, Valentino Lazaro, menyatakan jika ia tetap nyaman bareng tim dari Liga Jerman itu. Tapi, dia jua tak menutup peluang ganti jersey kompetisi musim berikutnya.

Valentino Lazaro adalah bintang yang mulai dihubung-hubungkan dengan tim raksasa Liga Italia, Inter Milan. Ya, kesebelasan berjulukan I Nerazzurri disebut punya minat untuk meminang bintang berumur 23 tahun ini.

Lazaro adalah bintang yang sebelumnya jua pernah jadi bidikan Napoli. Kualitasnya bermain di tempat sayap mana juga memang punya bakat lumayan menjanjikan.

Sekarang, Lazaro sedang memusatkan perhatian membela tim nasional Kroasia di dalam melawan pertandingan kualifikasi Piala Eropa. Bulan ini, Kroasia diatur menghadapi Slovenia dan Makedonia.

Lazaro mengatakan tentang masa depan, baru bakal dipikirkannya usai menyelesaikan 2 laga itu. Dia juga sepertinya lumayan berminat apabila memungkinkan berlaga bareng salah satu kesebelasan elite Eropa. Malahan, apabila benar Inter mengidamkan tanda tangannya, dia jelas berpotensi main di Liga Champions musim depan.

“Saya masih bahagia berlaga bareng Hertha, jua masih rasa nyaman. Namun begitu, di dalam sepakbola semuanya bisa berlangsung, ” tutur Lazaro sebagaimana dilansir Football5star. com dari Goal.

“Saat ini, aku cuma memusatkan perhatian menantang 2 laga bareng tim nasional. Usai ini, baru aku bakal berpikir pilihan untuk kompetisi musim berikutnya, ” jelasnya.

Untuk bintang seusianya, Lazaro punya catatan lumayan menjanjikan bareng Hertha Berlin pada kompetisi musim 2018-19 di Bundesliga. Dari 31 pertandingan yang dilakoninya, Lazaro lumayan produktif di dalam membikin assist semaksimal tujuh kali dan ditambah raihan tiga gol.

Real Madrid Bukanlah Mimpi Jangka Panjang Pochettino

Mauricio Pochettino pernah ramai dikait-kaitkan dengan Real Madrid saat Zinedine Zidane pindah di penghujung kompetisi kemarin. Ia dianggap jadi juru tak-tik yang pantas melatih tim besar Spanyol itu.

Namun begitu, Pochettino kenyataannya tak terlampau perhatian akan hal tersebut. Dalam pernyataannya, ia tidak sekalipun menggantungkan impian melatih sebuah tim tertentu. Tidak terkecuali Real Madrid. Ia cuma mau mengalir, mengikuti alur takdir yang dipercaya tidak bakal berkhianat.

“Saya tidak memiliki sasaran. Aku tidak melepas diri aku bermimpi untuk jangka lama. Sepakbola mengantarkan Kamu menuju posisi yang memang layak. Menjadi manajer, aku bakal diusung menuju posisi yang sewajarnya aku tempati, ” tutur Pochettino, Kamis (23/5/2019), sebagaimana dilansir Football5Star. com dari Diario As.

Tetap mengenai masa depannya, lelaki dari Argentina ini menyatakan hasil laga pamungkas Liga Champions tidaklah penentu ujung. Hasil negatif dari Liverpool pada pertandingan di Stadion Wanda Metropolitano bukanlah artinya sepak terjangnya bareng Tottenham Hotspur jelas usai.

“Proyek team saya ialah 5 tahun dengan incaran menaruh Tottenham di tingkat paling baik dunia dan menembus Liga Champions usai stadion habis dibangun. Sekarang, kami sudah berlaga di sini sejauh 3 tahun, ” tutur mantan pelatih Southampton ini.

Lebih jauh, Mauricio Pochettino menjelaskan, “Sangat vital memahami pikiran presiden dan pemilik tentang masa depan. Amat mendasar juga untuk memahami incaran yang mau dicapai. Plan kami tidaklah untuk memenangi Liga Champions, melainkan menuntaskan pembangunan stadion. ”

Cesar Azpilicueta Mau Ulangi Kenangan lima Tahun Sebelumnya di Anfield

Cesar Azpilicueta memiliki ambisi tersendiri kala Chelsea bertandang menuju Stadion Anfield punya Liverpool, Minggu (14/4/2019). Dia mau mengulangi kenangan 5 tahun sebelumnya kala menggagalkan impian Liverpool memenangi Premier League.

Di April 2014, Chelsea muncul ke Anfield kala Premier League bersisa 3 minggu. Di tengah atmosfer semua kopites yang diliputi euforia sebab memprediksi gelar jawara telah ada di dalam genggaman, tim dari London ini mencatat kemenangan 2-0. Posisi The Reds juga lalu dikudeta Manchester City.

Kisah ini tetap diingat Cesar Azpilicueta. “Ketika kami pergi ke sana, mereka sudah nyaris rampung menyiapkan pesta sebab terus menerus bisa mengalahkan rival yang tiba ke Anfield, ” kisah bintang yang sempat memperkuat Olympique Marseille ini sebagaimana dilansir Football5Star. com melalui London Evening Standard.

Pemain bertahan yang sekarang didaulat menjadi kapten oleh pelatih Maurizio Sarri ini melanjutkan ceritanya, “Namun, kami datang bersama pemikiran jelas serta dengan bagus berbuat hal yang seharusnya kami kerjakan di partai ini. Menghajar klub ini 2-0 amat bernilai untuk tim, untuk semua fan. ”

Bek berusia 29 tahun lalu merapalkan satu asa. “Semua orang merasakan hari itu serta saya harap saja kami bisa mengulanginya di Pekan mendatang, ” tutur dirinya.

Chelsea, berdasarkan Cesar Azpilicueta, tidak bakal melepas pertandingan vs Liverpool mendatang. The Reds, tutur dirinya, berkepentingan meraih 3 angka guna mengincar piala. Tapi, 3 angka jua tidak kalah bernilai untuk The Blues di dalam usaha finis pada tempat ke 4 di penghujung musim mendatang.

Marchisio 2 Kali Tolak Tawaran AC Milan

Eks gelandang Juventus, Claudio Marchisio, menyatakan jika ia pernah 2 kali menolak penawaran dari AC Milan saat masih bermain di Italia. Dia juga mengakui tidak bakal memperkuat tim Italia kembali selain Juventus.

Dalam beberapa musim paling akhir, Claudio Marchisio memang jadi salah satu simbol kepunyaan Bianconerri. Tapi, cedera serta kegagalannya berlaga di skuat inti membikin lelaki 33 tahun ini mengambil keputusan buat pindah ke Zenit St Petersburg di jendela transfer pemain pada musim panas yang lalu.

“Saya 2 kali menolak penawaran yang diberi oleh AC Milan. Selama karier aku, terdapat beberapa tawaran yang muncul. Baik dari tim-tim Italia mau pun luar Italia, ” tutur Claudio Marchisio dilansir dari website Football Italia.

“Bagi aku pribadi, AC Milan adalah tim ke 2 paling besar di Italia setelah Juventus. Namun, aku tidak bakal sekalipun angkat kaki guna berlaga pada tim Italia lainnya selain Juventus, ” jelasnya melanjutkan.

Walau sekarang telah tidak lagi memperkuat Bianconerri, Claudio Marchisio mengakui jika ia tetap amat mencintai Bianconerri. Dia juga menyatakan jika Bianconerri adalah pengalaman paling baik di dalam kariernya menjadi pesepak bola profesional.

“Saya sudah memberi sejumlah hal. Juventus juga jua memberi berbagai hal pada aku sebagai imbalan. Aku sama sekali tidak punya kekecewaan di dalam karier. Terdapat banyak sekali cerita yang dapat dimanfaatkan buat menyelesaikan karier aku, ” tutup eks gelandang tim nasional Italia ini.

Gol Penghujung Pertandingan Politano Bawa Italia Kalahkan AS

Tim nasional Italia mendapat perlawanan maut yang ditampilkan oleh Tim nasional Amerika Serikat. Berlaga di Stadion Luminus Arena Belgia, hari Rabu (21/11), Gli Azzurri cuma bisa unggul tipis dengan score 1-0.

Kesebelasan tuan rumah memiliki kesempatan pada babak ke 1 buat memulai keunggulan lewat Federico Chiesa yang sukses meraih bola dari pemain bertahan sebelah kiri musuh. Tendangan Bomber yang membela Fiorentina itu cuma pelan serta masih bisa diamankan Penjaga gawang Amerika Serikat, Ethan Horvath.

Tak lama kemudian Federico Chiesa balik lagi mengancam bersama percobaan tendangan jarak jauh. Namun begitu kali ini sepakannya itu cuma membuat bola menyamping di kanan gawang musuh.

Ethan Horvath main lumayan rileks dibawah mistar gawang Amerika Serikat. Dia lagi-lagi melakukan penyelamatan cemerlang setelah bisa menggagalkan sontekan Leonardo Bonucci di depan gawang-nya.

Sementara itu kokohnya lini pertahanan Tim nasional Italia membikin Amerika Serikat tidak banyak membuat peluang buat menyarangkan goal. Beberapa kali operan-operan menuju barisan Bomber masih bisa digagalkan oleh semua punggawa Gli Azzurri.

Juru tak-tik Tim nasional Italia, Roberto Mancini kemudian memasukkan sejumlah nama pada fase ke 2 yaitu Roberto Gagliardini, Vincenzo Grifo, Matteo Politano, serta Moise Kean.

Masuknya Matteo Politano memberikan warna buat serangan Tim nasional Italia. Hasilnya Striker yang memperkuat Inter Milan itu bisa memecah kebuntuan dengan menyarangkan goal pada pengujung pertandingan.

Goal itu Berawal dari pergerakan bagusnya dibarengi dengan kerja sama bersama Marco Veratti dan Roberto Gagliardini yang diakhiri tendangan menuju kiri gawang Amerika Serikat.

Score 1-0 bertahan sampai pertandingan berakhir dan pencapaian itu cukup membangun kembali moril Tim nasional Italia yang pada pertandingan sebelumnya dipaksa seri Tim nasional Portugal pada turnamen UEFA Nations League.

Presiden Baru Inter Berminat Terus Berbagi Stadion bersama Milan

Telah terlampau panjang Inter Milan serta AC Milan berbasis pada stadion yang sama. Namun presiden baru Nerazzurri, Steven Zhang, mau kebersamaan itu senantiasa bertahan sampai beberapa tahun lamanya.

Klub-klub Italia sesungguhnya tengah menggalakkan rencana punya stadion sendiri di dalam sejumlah tahun terakhir. Juventus disebut menjadi pionir usai proses pembangunan Juventus Stadium rampung pada tahun 2011 silam.

Milan sendiri sekarang tengah di dalam posisi yang ragu. Sempat tersebar rumor jika mereka mau bangun stadion punya pribadi, tapi akhir-akhir ini disebut rencana itu bakal diabaikan dan Rossoneri akan menyewa Giuseppe Meazza selama 99 musim.

Orang nomor 1 di Milan, Paolo Scaroni, menyatakan jika keputusan buat menetap di Giuseppe Meazza bakal ditentukan di penghujung musim ini. Memberikan tanggapan hal tersebut, Steven Zhang yang adalah presiden baru Inter meminta lawan sekotanya ini bertahan.

“Yang sangat masuk akal ialah Inter serta Milan memiliki 1 stadion, apa itu San Siro, selaku stadion bersejarah serta ajang ikonik sejagat sepakbola,” tutur Zhang di dalam konferensi persnya, dilansir melalui Football Italia.

“Milan serta Kota Milan seharusnya selaras bersama kami demi menuntaskan peran ini secepatnya buat menciptakan jam terbang paling baik untuk semua fans. Prioritasnya ialah bertahan di San Siro serta menjadikannya setingkat lebih modern,” tambahnya.

Zhang punya serangkaian ambisi buat menghantarkan Inter maju setingkat lebih jauh lagi di dunia sepakbola. Oleh sebab itu, dia meminta Rossoneri dapat memberi keputusan sesegera mungkin tentang permasalahan stadion ini.

“Kami kembali berkomunikasi bersama Milan buat mengevaluasi kemungkinan jalan keluar untuk stadion di Milan. Punya struktur yang memadai merupakan salah satu bagian dari program perkembangan tim, dengan memodernisasi San Siro ataupun membuat stadion anyar, ” lanjutnya.

“Usai pergantian kepemilikan di Milan, situasinya bisa saja benar dan kami bakal coba mempercepatnya sebab kami tidak dapat menanti setingkat lebih lama lagi,” pungkasnya.

Di Liga Italia Serie A sendiri, terdapat klub-klub, yang lantas mengakusisi stadion dari pemerintah setempat. Salah satu diantaranya Atalanta, yang mengakuisisi Atleti Azzurri d’Italia Stadium di tahun 2017 silam dengan banderol 8,6 juta €.

Gerah Dikritik, Pemain West Ham Tantang Pundit Berkelahi

Winger West Ham United, Andriy Yarmolenko, menantang salah satu pundit dari Ukraina, Wladimir Kobelkov, buat berduel dengannya.

Tantangan dari Yarmolenko itu Berawal saat Wladimir Kobelkov meluncurkan kecaman pada punggawa West Ham United ini.

Kobelkov mengutarakan kecaman tentang performa negatif Yarmolenko pada pertandingan West Ham United melawan Brighton Hove Albion pada Sabtu (6/10) kemarin.

Di dalam laga ini, Yarmolenko Serta rekan-rekannya menelan hasil negatif tipis dengan skor 0-1 dari Brighton Hove Albion.

“Saat saya masih muda, saya lumayan rutin berduel. Kadang-kadang saya unggul. Tapi, saya pun kadang menerima kekalahan berduel. Saya pikir hal tersebut lumayan normal buat sosok lelaki, ” tutur Yarmolenko dilansir BolaSport. com melalui Mirror.

Bintang dari Ukraina mengakui sudah muak atas seluruh kecaman yang diutarakan oleh Wladimir Kobelkov.

“Saya mau memberitahukan duel saya selanjutnya. Saya tak mau mendengarkan Kobelkov ini setingkat lebih lama lagi. Saya mau mengajaknya berkelahi serta membalas dendam atas seluruh hal yang ia ucapkan. Saya tengah menanti jawaban, ” katanya melanjutkan.

Yarmolenko sendiri pada nyatanya punya catatan bagus bareng West Ham pada kampanye musim itu.

Pemain sayap berumur 28 tahun ini bisa mencatatkan 2 skor serta 1 umpan selama 8 kali performa bareng skuat yang dijuluki The Hammers.

Dijatuhi Sanksi Berat, Persib Tenangkan Bobotoh

Persib Bandung berusaha menenangkan pendukung setianya, bobotoh, usai Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi suspensi sulit pada Maung Bandung, Senin (1/10).

Persib Bandung jadi sorotan publik sepakbola Tanah Air usai Komdis PSSI menjatuhkan sanksi sulit pada pemuncak klasemen sedangkan Liga satu 2018 itu.

Keduanya dijatuhi sanksi karena kejadian asal yang menimbulkan meninggalnya seorang pendukung Persija, Haringga Sirla, pada Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Pekan (23/9).

Haringga meninggal dunia setelah dikeroyok dengan oknum pendukung Persib, bobotoh kala bakal melihat laga Persija melawan Maung Bandung.

Dampak insiden negatif ini membikin turnamen pernah dijegal dengan PSSI.

Memberikan tanggapan suspensi Komdis PSSI yang diberi pada Persib, jajaran manajemen Maung Bandung juga begitu saja bertindak segera.

Menurut dilansir BolaSport. com melalui laman Persib, Rabu (3/10), Persib coba memberi ketenangan pada bobotoh. Menjadi fans setia Maung Bandung, jajaran Persib mengimbau supaya bobotoh menghindarkan diri dari provokasi.

“Kepada bobotoh yang rombongan saya cintai, rombongan saya mengimbau guna masih rileks serta membuat suasana kondusif pada Bandung terutama, ” bunyi penyataan Persib.

“Kami meminta supaya bobotoh masih santun serta menghindarkan diri provokasi pada wartawan sosial. “

Klub Kejutan Liga Inggris Musim 2017-18: Potensial untuk Mengusik Kenyamanan The Big Six

Menjelang berlangsungnya musim baru, jelas tim-tim besar yang kerap dijuluki The Big Six diduga bakal jadi lawan paling serius gelar juara Premier League musim ini. Tidak dapat dipungkiri modal serta kualitas pemain, tiga tim yang berisi Liverpool, Manchester City, Manchester United, Tottenham Hotspur, Arsenal, serta Chelsea ini jauh lebih menang dibandingkan tim-tim Premier League lainnya.

Tapi, jelas di tiap kompetisi bakal ada namanya tim yang bersiap-siap bermain mengejutkan. Berikut merupakan 5 klub yang berpotensi bermain mengejutkan di Premier League musim 2017-18 ini. Demikian ulasan yg terpublis di web judi bola ini.

5. Leicester City

Walau di musim lalu bermain kurang baik, juara Premier League musim 2015-16 ini selalu masuk jadi tim yang memiliki potensi mengejutkan di musim ini. Hal itu dapat terlihat dari pergerakan transfer yang dijalankan The Foxes.

Kehadiran pemain-pemain yang mempunyai kualitas semacam Vicente Iborra, Harry Maguire, sampai Kelechi Iheanaco menjadikan Leicester sangat kompetitif. Disamping itu kesuksesan mereka mempertahankan Riyad Mahrez setidaknya untuk sekarang memperlihatkan klub ini memiliki power dalam mempertahankan superstar.

Di pertandingan pertama Leicester City sanggup menyusahkan Arsenal di Emirates Stadium. Jamie Vardy dan kawan-kawan sempat dua kali unggul sebelum kemudian kalah dramatis dengan kedudukan ketat 4-3.

4. Bournemouth

Semenjak musim lalu klub berjuluk The Cherries ini sudah mendobrak dengan sanggup menduduki posisi kesembilan di klasemen akhir Premier League. Dengan modal permaianan yang menghandalkan fisik serta kecepatan dan ditukangi manajer muda bertatalenta seperti Eddie Howe, Bournemouth diduga bakal terus jadi klub yang mengejutkan di musim ini.

Disamping itu, mereka pun mempunyai anggota baru yang berpengalaman seperti Jermain Defoe yang hafal asam garam di Premier League yang pastinya bisa menyokong Bournemouth.

3. West Ham United

Klub asal London ini boleh dikatakan sudah menjalankan transfer yang bagus sepanjang musim panas ini. Sejumlah nama kondang juga Javier “Chicharito” Hernandez yang dihadirkan dari Bayer Leverkusen.

Dengan pengalamannya semasa beberapa musim di Premier League bersama dengan Manchester United, dirinya disebut bakal jadi striker tajam di West Ham musim ini. Tidak cuma itu The Hammes pun mempunyai kiper juara dalam sosok Joe Hart. Bila tidak ada masalah teknis, West Ham semestinya dapat menyelesaikan Premier League msuim 2017-18 di ranking 10 besar.

2. Southampton

Kondisi skuad Southampton di musim ini bisa dibilang konsisten. Satu-satunya pesepakbola bintang mereka yang kemungkingan besar bakal keluar dari St. Marys di musim panas ini yaitu Virgil Van Dijk.

Kehilangan satu pemain itu jelas tidak bakal berdampak banyak di diri Soton, The Saints sudah sering kehilangan superstar dari tiga hingga empat musim belakangan dan mereka selalu jadi klub kuda hitam di Premier League.

Datangnya midfielder muda yang berpotensi Mario Lemina dari Juventus di musim panas ini semakin menjadikan lini tengah mereka bakal tambah kuat. Bersama dengan Jodi Clasie, Lemina diyakini bakal jadi tumpuan baru The Saints untuk lagi-lagi bermain mengejutkan di musim ini.

1. Everton

Bila musti memilih klub mana yang sangat memiliki peluang mengganggu hegemoni The Big Six, tentu Everton merupakan jawaban yang tepat. Klub ini telah memiliki potensi itu dari musim lalu dimana mereka menagkhiri musim di posisi ke7.

Walau di musim ini kehilangan Romelu Lukaku yang berpindah ke Manchester United, Everton tetap berbahaya, malah dapat dikatakan bakal lebih berbahaya dibanding musim lalu. Di musim panas ini datang Tujuh pesepakbola yang berpotensi dan senior baru ke Goodison Park, juga Wayne Ronney, Sandro Ramirez serta Michael Keane.

Meskipun begitu, management The Toffees rasanya masih tak terlalu puas. Mereka katanya maish mengincar Gylfi Sigurdsson yang bakal menjadi kepingan akhir untuk menyempurnakan skema ala Ronald Koeman. Dan ini info bola terbaru juga.