Wisata Khusus 18+ di Dunia

Pariwisata memiliki sisi lain yang dipandang sebagai hal kontroversial yakni wisata khusus orang dewasa (18+). Ini berangkat dari realita bila orang dewasa butuh atraksi seperti fantasi dan destinasi tuk mereka, tetapi tak jarang menabrak norma sosial yang berlaku. Saat bepergian ke luar negeri, kita bakal sering menemui tempat, destinasi wisata, maupun bahkan festival yang disuguhkan buat orang dewasa. Tak boleh ada anak yang dibawah umur di wilayah tersebut, ini lantaran tema dari atraksi itu ditujukan buat orang dewasa saja.

Travel Highlight Wisata Dewasa menjajal memotret kondisi realita yang ditemukan traveler di dunia seputar destinasi dengan konsep seksualitas. Destinasinya memanglah sangat beragam dari yang sekedar seksi sampai dengan area yang menawarkan hedonisme maksimal. Yang sangat menimbulkan kegamangan ialah eksistensi red light district alias kawasan prostitusi di sebuah negara yang sebetulnya ditujukan tuk warga lokal. Pada kenyataannya, lokasi kawasan itu berhimpitan alias malah bergabung dengan tujuan wisata umum. Dampaknya, turis pun jadi tahu lalu ikutan wara-wiri di area tersebut, dari Bangkok hingga Amsterdam keadaan itu bisa ditemukan. Risih, itu jelas apalagi kalau area semacam itu hendak dijauhi. Akan tetapi ada juga wisatawan yang pada dasarnya sengaja mencari area seperti itu. Di sanalah kontroversi dimulai. Banyak pengunjung bijak yang memilih tuk sebatas tahu tapi membatasi diri tidak terlibat disana.

Yang lebih bisa diterima ialah eksistensi meseum bertema seksual di sejumlah belahan dunia. Pada kenyataannya, museum ini bukan tuk memenuhi hasrat cabul wisatawan, akan tetapi memang punya misi edukasi seksual. Museum seks merecord data historis evolusi seksualitas hingga juga problem HIV AIDS akibat relasi bebas yang wisatawan pun perlu tahu. Ada pula yang sengaja dibikin lucu semacam misalnya museum khusus sex toys. Yang pun kontroversi ialah keberadaan pantai telanjang dengan kata lain nude beach di beragam negara di Eropa serta Amerika. Keberadaannya ditunjang oleh kelompok naturist yang berdalih aktivitas mereka jauh dari seksualitas. Tapi realita pun berkata lain, ada resor-resor yang malah cukup gila menawarkan praktek seks bebas.

Destinasi yang sifatnya seksi, itu jauh melebihi banyak jumlahnya lalu relatif lebih bisa diterima. Beberapa yang menilai tujuan seksi bersifat gimmick tuk menarik traveler khususnya pria dewasa. Aneka tempat makan dengan pelayan seksi contohnya, atau operator wisata dengan tour guide seksi. Di Korea Selatan justru ada taman bertajuk erotis. Selebihnya ialah faktor budaya setempat menatap seksualitas. Jangan bingung melihat hotel khusus bercinta di Jepang, sebab orang dewasa disana lebih suka bercinta di hotel dibanding apartemen mereka yang sempit juga padat. Jangan heran pula kalau ada banyak tujuan bertema penis, karena terdapat nilai mengenai kesuburan atau fertilitas, jadi bukanlah karena cabul maupun porno.

Namun yang pastinya, semua tempat yang dikatakan di atas emang cocok tuk wisatawan dewasa. Dari sekedar tematik hingga menawarkan aktivitas yang ekstrem berkaitan seksualitas. Justru disini wisatawan harus bisa menakar, apa destinasi semacam ini mengangkut manfaat positif atau tidak. Pariwisata dewasa adalah kondisi nyata yang ditemui traveler di sejumlah belahan dunia. Mau ikut larut dalam kegilaan itu, atau pilih menyikapinya secara bijak. Traveler sejati jelas punya sikap, bukan orang yang sekedar ikut-ikutan.

Tidak Perlu Jauh ke Luar Negeri, Indonesia Pun Punya Wisata Golf

Daya tarik wisata adalah salah satu keunggulan yang dikandung negara tercinta kita, Indonesia. Tak heran apabila sektor pariwisata selaku salah satu penunjang dari GDP (Gross National Product) yang bisa dihandalkan. Wilayah kawasan Indonesia yang berada menjadikan pesona wisata alamnya amat beragam. Mulai dari kawasan pegunungan sampai dengan dataran rendah yaitu perairan. Tidak hanya wisata alam, obyek wisata buatan yang ada di Indonesia pun tak kalah menarik dari obyek wisata yang sudah alam buat dari zaman dulu sebelum ada tahun masehi. Salah satunya ialah wisata golf. Mendorong evolusi dari wisata golf di Indonesia, kepala beserta jajaran dari Kementerian Pariwisata mensupport gelaran World Amateur Golfer Championship yang digelar pada tanggal 18-21 Oktober 2015 kemarin.

Melalui kompetisi golf kelas dunia ini pihak Kementerian Pariwisata mencoba mempromosikan Indonesia selaku salah satu tujuan wisata terbaik buat peminat golf di Asia Tenggara. Tahun lalu (tahun 2016) World Amateur Golfer Championship terhimpun atas 6 seri turnamen. Format yang dipakai ialah team of two player. Sedangkan padang golf yang masuk kedalam tanah bermain untuk menghelat keenam seri turnamen itu ialah Rainbowhills, Rancamaya, Emeralda, Riverside, Bogor Raya serta Sentul Highland. Ada 8 negara yang ikut serta didalam turnamen bertaraf duniainternasional ini, diantaranya adalah Filipina, Malaysia, Brunei, Singapura, Hongkong, Vietnam, Tiongkok, dan juga Taiwan.

Selain mensupport pelaksanaan perlombaan World Amateur Golfer Championship, pihak Kementerian Pariwisata pun menggelar aktivitas lain guna mempromosikan Indonesia menjadi satu dari banyak destinasi wisata golf yakni familiarisation trip. 1 atau 2 tour operator golf serta jurnalis dari Singapura, Filipina, Malaysia, dan Vietnam diajak berkunjung ke beberapa destinasi golf di Indonesia. Khususnya yang berada di kawasan Jakarta dan Bogor.

Mereka boleh merasakan percobaan dan merasakan oleh diri mereka sendiri semua fasilitas dan pelayanan (sarana dan prasaran) berkualitas yang dibangun beberapa fasilitas golf di 2 kota itu. Wisata minat yang dibuat hanya untuk golf di Indonesia amat potensial dan sudah memberi kontribusi tinggi buat GDP. Lokasi pariwisata golf di Indonesia tak kalah telak dari sisi fasilitasnya bila dibandingkan dengan tempat wisata golf di negara lainnya. Hampir seluruh lapangan golf di tanah air, tidak cuma sudah dilengkapi fasilitas serta layanan berkualitas juga menghidangkan indahnya pemandangan alam yang membuat hati berdebar-debar saat melihatnya. Mulai dari pegunungan, pantai, hutan, ataupun wilayah perkotaan. Harapannya semua tour operator serta jurnalis yang diundang bisa mempromosikan Indonesia menjadi destinasi minat khusus golf skala internasional. Sekaligus menguatkan posisi Indonesia menjadi salah destinasi golf terbaik di kawasan benua Asia.